Focus Group Discussion oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR

Sebagai Panelis Dalam Acara Focus Group Discussion oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR

Ketua Umum Lean Construction Institute Indonesia, Bapak Budi Utomo, diundang sebagai panelis dalam acara Focus Group Discussion oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR. Hadir juga Ibu Prof(R). Dr. Ir. Anita Firmanti, MT., Bapak Kharis Alfi sebagai ketua Institut BIM Indonesia (iBIMi), Ditjen Bina Konstruksi, Ditjen SDA, Ditjen Bina Marga, Ditjen Cipta Karya, dan Ditjen Perumahan.

 

Pak Budi Memaparkan Strategi Percepatan Pengembangan Infrastruktur untuk Mendukung Tercapainya Visi Indonesia Emas 2045Pada sesi kali ini, Pak Budi memaparkan strategi percepatan pengembangan infrastruktur untuk mendukung tercapainya visi Indonesia emas 2045. Pentingnya kolaborasi antar Lean dan Digitalisasi, dalam hal ini adalah Building Information Management. Merujuk pada research dari BCG Experience, terdapat dua maturitas yang perlu diimplementasikan untuk mencapai Project atau Operational Excellence, yakni maturity of Lean dan maturity of Digital.

 

Pak Budi Memaparkan Strategi Percepatan Pengembangan Infrastruktur untuk Mendukung Tercapainya Visi Indonesia Emas 2045

Mengarah juga pada tingkat dimensi BIM, 9D dan 10D merupakan Lean Construction dan Industrialized Construction. Dari hal tersebut, perlu dilakukan penyelarasan BIM dengan prinsip-prinsip dan metodologi dari Lean Construction.

Dari program ini diharapkan kesadaran terhadap pentingnya Lean Construction dan BIM yang berbasis Lean pada seluruh jajaran Kementerian PUPR dan tentunya ke pelaku jasa konstruksi di Indonesia.

Webinar Peningkatan Kapasitas Pelaku Jasa Konstruksi Dengan Tema “Lean Construction yang Berdampak Signifikan pada Percepatan dan On Budget Proyek

Asosiasi Kontraktor Indonesia, melalui PU Bangun, bersama dengan Lean Construction Institute Indonesia (LCII) mengadakan webinar peningkatan kapasitas pelaku jasa konstruksi dengan tema “Lean Construction yang Berdampak Signifikan pada Percepatan dan On Budget Proyek.’ Bukan hanya membahas implementasi Lean Construction dengan tool dasar LPS diatas, tapi juga dibahas tool dan metode khusus untuk percepatan proyek, kombinasi LPS, TAKT PLAN dan PPM (Project Production Management) didukung Digital BIM yang tepat yang memberi dampak signifikan pada rroyek, menjadi Safer, Better, Faster, Cheaper, Sustain dan All Happy.,

 

Sesi Interaksi Webinar Antara Pembicara Dengan Peserta Webinar

Webinar ini dibuka oleh Bapak Mursyid selaku ketua PU Bangun dan Bapak Budi Utomo selaku ketua umum LCII. Sesi pemateri dipresentasikan oleh Bapak Nugra Kasih dari Head of Project Production Management Tripatra, Ibu Rina Asri Aisyah dari Lean Construction Management System Divisi Stratek PT. PP (Persero) Tbk., Fabien Font dari IMMA dan Teamoty, sebuah konsultan Lean Construction Takt Planning dari Perancis, dan Gerardus Blesto dari PQI Consultant.

 

Point Penting Pembahasan Webinar

Webinar kali ini membahas strategi akselerasi yang tepat berdampak pada proyek dengan pendekatan Project Production Management, Last Planner System, Takt Planning, dan Integrasi Takt Planning dengan Last Planner System. Project Production Management dibawakan oleh Bapak Nugra Kasih mengenai pendekatan baru yang memperhatikan production rate, tidak hanya pada scope pekerjaan saja. Kemudian Ibu Rina membawakan implementasi Lean Construction dan Last Planner System di PT. PP. Bapak Budi juga memaparkan materi perkembangan dan pentingnya Lean Construction di industri konstruksi Indonesia. Fabien Font membawakan introduction tentang Takt Planning dan bagaimana bisa meningkatkan performa serta prediktabiitas proyek. Bapak Blesto memaparkan mengenai peran Project Production Management di Lean Construction dan integrasi Last Planner System dengan Takt Planning untuk menciptakan kolaborasi dan komunikasi dalam percepatan pelaksanaan proyek. Peserta yang mengikuti webinar tersebut berjumlah 421 orang dengan jumlah yang stabil hingga akhir acara. Hal tersebut menunjukan antusias dari seluruh peserta untuk peningkatan pendekatan manajemen proyek konstruksi.

Lean Construction Indonesia 4.0

Strategi Peningkatan Produktivitas dalam Pekerjaan Konstruksi dengan Lean Construction pada Industri 4.0

Perkembangan industri konstruksi di Indonesia tidak terlepas dari pesatnya teknologi industri 4.0 saat ini yang sangat berpengaruh guna mendukung perkembangan sektor industri konstruksi dengan tujuan membuat seluruh konstruksi nasional menjadi lebih aman, lebih cepat, lebih murah dan lebih baik. Oleh karena itu perlu adanya strategi guna meningkatkan produktivitas dalam pekerjaan konstruksi dengan pemanfaatan teknologi dan komunikasi serta menerapkan metode Lean Construction pada industri konstruksi di Indonesia.

 

Dalam kegiatan tahunan yang diadakan Konstruksi Indonesia (KI) di Jakarta International Expo Kemayoran, memberikan dukungan terhadap program pembangunan infrastruktur pemerintah Indonesia senilai US$ 460 miliar di 2015-2019. Rangkaian kegiatan di Konstruksi Indonesia juga diselenggarakan seminar dengan tema “Industri 4.0 dalam Mendukung Rantai Pasok dan Sumber Daya Manusia Jasa Konstruksi Indonesia”.

 

Lean Construction Institute Indonesia (LCII) bersama PQI Consultant menjadi salah satu narasumber dalam acara seminar di Konstruksi Indonesia 2019 dengan subtema “Strategi Peningkatan Produktivitas dalam Pekerjaan Konstruksi dengan Lean Construction” yang disampaikan langsung oleh Ir. Budi Utomo RLA, CBA sebagai direktur PQI Consultant dan pendiri Lean Construction Institute Indonesia (LCII).

Dalam kesempatan itu Ir. Budi Utomo menjelaskan tentang pentingnya penerapan Lean Construction yang bertujuan untuk membuat manajemen proyek konstruksi dalam bangunan, infrastruktur, EPC dan prefabrikasi menjadi lebih efektif dan efisien dengan meningkatkan kinerja maksimal setiap proyek dalam aspek SoToBoSoREMPAH (Safety, On Time, On Budget, On Spec, On Return, Environment, Morale, Productivity, All.

Lean Construction berfokus pada menghilangkan aktivitas yang tidak ada nilai tambahnya, pemborosan (waste) maupun kerugian (losses). Selain itu Lean Construction juga meningkatkan komunikasi dengan saling terhubung kepada semua stakeholder, owner, main contractors, sub-contractors dan vendor yang dapat meningkatkan profit dan sustainability dengan harapan semua pihak happy. Lean Construction telah menjadi solusi dalam meningkatkan inovasi, kreativitas serta perubahan budaya dalam menghadapi persaingan global industri konstruksi.

Selain aspek metodologi Lean Construction dalam pembangunan culture yang kritikal, tidak kalah penting adalah pemanfaatan teknologi IT. Pengembangan aplikasi BIM yang terintegrasi dengan Primavera sampai detail aplikasi di lapangan menggunakan aplikasi mobile. Aplikasi yang sudah terintegrasi mengadopsi pendekatan Lean Construction.

Salah satu pengembangan tools untuk meningkatkan komunikasi antara semua pihak bisa terbangun dan saling bersinergi yaitu dengan COMMET Room, Communication Commitment and Emphaty Room yang menjadi sarana membangun budaya sinergi yang tercipta antara semua stakeholder.

PQI Consultant bersama dengan Lean Construction Institute Indonesia (LCII) telah mengembangkan pendekatan Lean Construction yang lebih detail, comprehensive dan applicable dengan mensinergikan prinsip-prinsip Toyota Way, Six Sigma, TPM dan culture kedalam satu pendekatan manjemen yang sangan efektif dan efisien yang sudah mengantisipasi culture pekerja Indonesia.

UNDIP Seminar 11th Civil Engineering Innovation Contest CEIC “The Rise of Construction on The Threat of Recession”

Pada tanggal 6 Mei 2023 lalu, PQI Consultant berkesempatan berbicara pada Seminar Nasional Civil Engineering Innovation Contest (CEIC). 

Ketua dari Lean Construction Institute Indonesia Ir. Budi Utomo, IRCA., RLA., CBA., SSBB. dan CEO dari PQI Consultant diundang menjadi pemateri utama terkait lean construction oleh  Dekan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Prof. Ir. M. Agung Wibowo M.M., M.Sc. Sesi yang di moderatori oleh Prof. Jati Utomo Dwi Hatmoko, S.T., M.M., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Departemen Fakultas Teknik Sipil Universitas Diponegoro. Sesi  tersebut juga menghadirkan Konsultan dari PQI Consultant, Blesto Kasih S.T., PSMI., LeanPM., CAPM. Sesi dan Vice President HAKI Dr. Ir. Nathan Madutujuh, M.Sc., . Berlima membahas tentang perkembangan konstruksi nasional menuju masa depan yang lebih baik dengan didukung oleh lean construction di Indonesia di bawah tekanan resesi dunia  yang berlangsung.

Pada kesempatan ini, Budi Utomo dan Blesto Kasih menjelaskan dasar Lean Construction dan pentingnya dalam menghadapi kondisi resesi dengan membuat projek menjadi efektif dan efisien. Bagaimana semua diimplementasikan dengan “Benar dari Awal” mulai dari  Implementasi LPS yang benar dengan support digital yang berbasis Lean. Dimana 20  tool Lean construction yang lain bisa secara bertahap dan sesuai kondisi lapangan. Mulai dari Value Stream, Takt Planning, eliminasi 11 wastes dan 22 losses, LBM, dst. Selain LPS, tool2 ini harus juga diterapkan agar memberi dampak yang signifikan pada produktivitas, percepatan dan efisiensi budget. Tentu saja  PQI Consultant sudah  mempunyai metode yang tepat agar tidak membebani team dan pekerja di lapangan. Dengan didukung digital BIM yang sesuai prinsip2 lean, hasil signifikan akan tercapai dengan cepat selama komitmen dalam menerapkan lean construction dilakukan dengan benar.

Disampaikan juga perlunya menghilangkan “Unreliable schedule” dan “Missing link” yang berdasar pengalaman PQI Consultant 2 faktor ini sangat berpengaruh terjadinya  overrun budget dan overrun schedule suatu project. Meskipun sudah didukung Digital BIM, tapi komunikasi dan kolaborasi yang masih silo dan tidak dalam satu platform menjadi kontribusi penyebab 2 faktor ini.

 

Build Tech Asia LCI

Lean Construction in Build Tech Asia, Singapore 2023

Lean Construction Institute Indonesia menjadi 2 pembicara dari Indonesia yang diminta memberikan sesi sharing mengenai Lean Construction pada perkembangan industri konstruksi di Indonesia dan ASEAN. Ada 40 pembicara dari berbagai negara yang diundang menjadi pembicara. Acara tersebut di Build Tech Asia yang merupakan platform terkemuka dalam industri bangunan dan konstruksi di wilayah Asia Pasifik.  Read more “Lean Construction in Build Tech Asia, Singapore 2023”

Why some effort to improve company (project, program, portofolio) often end in failure?

Selain sebab klise seperti komitmen dan engagement yang rendah, faktor eksternal, keputusan lambat, ganti kebijakan, ganti design, dst, ada sebab lain menurut Lean Construction, yaitu :

  • Tool yang digunakan untuk assessment atau memotret keadaan existing terlalu luas, tidak detail dan bias.
  • Point no 1 diatas ,akan menghasilkan OFI & AFI yang tidak akurat , tidak tajam dan bisa misleading.
  • Point no 1 dan 2 bisa mengakibatkan kegagalan dan keraguan untuk improvement berikutnya.
  • Selain tool dan methodologi Lean Construction yang belum dipahami dan dijalankan dengan benar, Culture, Leadership, komunikasi, kolaborasi dan engagement dengan prinsip Lean Construction diabaikan.
  • Tidak Right First Time ketika mengimplementasikan LC, tidak mengikuti 12 step, dengan benar.
  • LC hanya sekedar formalitas atau prasyarat saja bahwa sudah implementasi.
  • KPI & performance appraisal yang tidak aligned sesuai prinsip lean baik di core maupun supporting process.
  • Improvement tidak membumi dan detail day to day, lebih sekedar “ada” ajang improvement tahunan.
  • others

Lean Construction in Indonesia

Sejak seminar di ACF (Asean Contractor Federation) dengan AKI (Asosiasi Kontraktor Indonesia) di akhir 2019 lalu di event Big 5 Construction (Konstruksi Indonesia) bersama Bina Konstruksi-PUPR dan LPJK, kami LCII (Lean Construction Institute Indonesia) terus melakukan pendalaman, pengembangan dan improve methodologi dan materi Lean Construction termasuk penyesuaian dengan atmosfir dan culture konstruksi Indonesia.

Dalam perkembangannya tentu saja ada beberapa kendala baik dalam hal komitmen, resistensi, keterbukaan, kesadaran akan pentingnya improvement, merasa sudah sempurna dan tidak perlu improvement, ataupun yang merasa perlu tapi merasa apatis akan bisa dilakukan perubahan dan improvement. Kondisi dan fakta ini menunjukkan bahwa hasil survey Mckinsey Global Institute (page 2) bahwa produktivitas Industri konstruksi sangat rendah, sejauh ini belum dimaknai dan dirasakan sebagai sense of crisis terhadap perlunya improvement di proyek atau Perusahaan tersebut maupun di konstruksi nasional secara keseluruhan.

Dari implementasi Lean Construction baik berupa training, workshop, konsultasi dan assessment yang dilakukan Lean Construction Institute Indonesia (LCII) bersama PQl Consultant di 10 proyek dan sekitar 20 kontraktor di Indonesia, serta benchmarking dan case study di proyek dan kontraktor Amerika, Jepang dan china, semakin membuka wawasan dan banyak sekali ditemukan potensi dan peluang untuk dilakukan improvement mulai dari tahap initiating, planning, executing, monitoring and control, hand over, operation and maintenance , baik core process maupun supporting process.

Hasil dari pendalaman di industri konstruksi tersebut diatas, kami ramu dan gabungkan dengan pengalaman dan keberhasilan melakukan improvement di ratusan Perusahaan berbagai industri nasional dan multi nasional company termasuk Toyota Indonesia, Toyota Jepang (yang menjadi kiblat Lean Construction), Epson, Banpu, Astra group, YKK, NGK, Danone, LG, Huawei, Mitsubishi, RS Premier, Bank BRI,dst. Dari pengalaman memberikan training, workshop, konsultasi , audit/assessment dan coaching diberbagai Perusahaan dan berbagai industri termasuk konstruksi tersebut, ada benang merah yang bisa ditarik dan saling melengkapi dalam melakukan improvement peningkatan kinerja suatu proyek ataupun Perusahaan. Prinsip, methodologi dan approach TPS (Toyota Production System), TPM (Total Productive Management), six sigma, Lean Management disinergikan dengan PMBOK, PRINT-2, bisa menjadi solusi untuk meningkatkan produktifitas konstruksi dengan cepat dan signifikan.

Satu hal yang penting juga adalah bagaimana bisa memotret atau mengetahui apa yang perlu diimprove dari suatu proyek atau perusahaan. Karena bisa bahaya jika suatu proyek atau Perusahaan tidak sadar atau tidak tahu ada yang perlu diimprove. LCMA (Lean Construction Maturity Assessment) di 10 projek baik dari EPC, Gedung, Infrastruktur jalan, sumber Daya Air, berhasil menemukan banyak OFI (Opportunity for Improvement) dan AFI (Action For Improvement) yang jika dilakukan dengan komitmen dan “Right First time” akan memberi dampak yang luar biasa bagi efektifitas dan efisiensi proyek dan perusahaan. Bukan hanya dalam produktivitas, tapi juga Safety, Quality, Schedule dan Cost serta mencegah overrun schedule dan budget. Melalui Lean Construction Maturity Assessment banyak improvement yang bisa dilakukan.

Baru 1 perusahaan yang serius dan sadar membuka diri untuk mendapatkan kesempatan menggali potensi improvement dengan menerapkan LCMA. Sudah mulai merasakan manfaat dan sedang membangun komitmen dan proses menindaklanjuti hasil dari Lean Construction Maturity Assessment.

Testimoni dan overview Lean Construction bisa diakses di Youtube:

PQI COnsultant [https://www.youtube.com/c/PQIConsultant/videos].

Implementasi Lean Construction di Indonesia masih dalam tahap awal dan perlu keterlibatan dan dukungan seluruh stake holder termasuk regulator agar memberi dampak yang signifikan dan cepat dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi SoToBoSoREMPAH konstruksi Nasional.

Critical Point dalam Implementasi Lean Construction

  • Tahapan dilakukan dengan benar dan’ sabar” sesuai 12 langkah atau sesuai hasil rekomendasi dari LCMA untuk prioritas AFI (Action For Improvement). Namun jika diperlukan hasil yang urgent, atau percepatan karena setiap proyek atau setiap Perusahaan mempunyai kondisi dan situasi yang berbeda, tetap mengacu pada 12 langkah dengan penyesuaian.
  • Fokus pada 11 prinsip Lean Construction dalam setiap implementasi toolsnya. Tidak hanya ‘ sekedar’ ingin menerapkan toolsnya saja dan menjadi formalitas tapi betul dilakukan dengan integrasi antar tool, komitmen dan konsisten sampai menjadi culture di semua level ,fungsi dan bagian sampai pada pelaksana proyek di lapangan baik sub cont, mandor dan pekerja.
  • Semangat untuk terus melakukan improvement dan kesadaran serta komitmen dari Top management yang diikuti semua karyawan bahwa keberhasilan Proyek dan Perusahaan lain menerapkan Lean Construction bisa menjadi pemicu bahwa Lean Construction bisa menjadi Strategic tool untuk business improvement dan leading di global kompetisi.
  • saat implementasi LCMA (Lean Construction maturity Assessment), semua menyadari bahwa ini bukan untuk mencari kesalahan, tapi kesempatan besar untuk mencari peluang improvement, masuk kuadran ‘ Tahu ada yang perlu diimprove’.
  • SFO (Strategic Focused Organization) disupport dengan KPI yang sesuai prinsip Lean Construction baik di Core process dan supporting process menjadi fondasi dalam mendukung culture Lean Construction agar semua tergerak dalam satu strategi yang jelas.

Lean Construction Study Case – Success Story

  • Boldt Construction mengurangi cost hingga 12.5% dan mempercepat proyek hingga 9%
  • Chandos Construction berhasil mengurangi cost hingga 3% dan waktu proyek hingga 25%
  • DPR Construction mencapai cost reduction sampai 16% dan mengurangi waktu hingga 10%
  • Di America, LC meningkatkan safety, mengurangi cost 15% dan durasi proyek 30%
  • Implementasi di Canada meningkatkan produktivitas hingga 35%
  • Implementasi modular building projects di Amerika mencapai peningkatan produktivitas hingga 50%
  • Efisiensi pekerja hingga 10% dan penurunan labor cost hingga 18%
  • Meningkatkan efisiensi proses hingga 50% di Saudi Arabia
  • Lean Construction meningkatkan customer satisfaction
  • Proyek perumahan di USA memiliki pekerja dengan kepuasan kerja hingga 11%
  • Di China, Proyek gedung parkir enam lantai 90% dari defect yang ada dideteksi lebih cepat, The Broad Sustainable Building (BSB) sukses mendirikan gedung setinggi 57 lantai (Mini Sky City) dalam 19 hari kerja di Changsha, China dengan metode Modular Construction (Prefabrication)

Selain itu beberapa perusahaan yang sudah sukses mengimplementasikan Lean Construction adalah Turner Construction, Skanska, Belfour Beatty, Haskell, PCL Construction, dan beberapa perusahaan lain.

(Sumber :: Prof Ballard, Berkeley University, founder Lean Construction Institute; Reinbold, Ana. 2017, Benefit of Lean Construction; Research Lean Construction from Salford University, UK)

Definisi Lean Construction

A management philosophy defined by the ideal it pursues, the principles followed in pursuit the ideal and methods used to implement the principles.” 

-Herman Glenn Ballard PhD, founder LCI

 

“Lean Construction is an amalgamation of a contextual production model emerging from attempts to solve industry-specific problems in construction, and the application of generic Lean production principles, methods and tools, originated in car manufacturing.” 

-Prof. Lauri Koskela, founder LCI.

 

“Lean Construction adalah integrasi 11 prinsip beserta metode dan tools turunannya yang didasari sistem produksi Toyota yang jika diimplementasikan dengan “Right First Time” sesuai langkah yang benar, bisa cepat dan signifikan meningkatkan produktivitas, efektifitas dan efisiensi, mencegah overrun budget dan overrun schedule suatu Proyek dan Perusahaan/Korporasi karena waste dan losses di tahap initiating, planning, executing, monitoring and control, hand over, operation and maintenance , baik core process maupun supporting process bisa diidentifikasi dan dieliminasi dengan tools dan method yang sesuai.

-Ir. Budi Utomo IRCA RLA CBA SSBB; Founder LCII

LinkedIn
LinkedIn
Share
WhatsApp