Get ready for an exhilarating experience at @BuildTech Asia 2024!

Get ready for an exhilarating experience at @BuildTech Asia 2024! 🌟

 

Dive into the forefront of cutting-edge innovations and connect with industry leaders. Join us at @SingaporeEXPO from March 19-21, 2024, and be part of the next wave of disruptive #building #technology excitement!

SECURE YOUR SPOT FOR #BTA2024 TODAY: https://www.gevme.com/buildtech-asia-bta-2024-36536330/?promo=CP_LCII 💥

 

#BTA #BuildTechAsia #BuiltEnvironment #Construction

Webinar Peningkatan Kapasitas Pelaku Jasa Konstruksi Dengan Tema “Lean Construction yang Berdampak Signifikan pada Percepatan dan On Budget Proyek

Asosiasi Kontraktor Indonesia, melalui PU Bangun, bersama dengan Lean Construction Institute Indonesia (LCII) mengadakan webinar peningkatan kapasitas pelaku jasa konstruksi dengan tema “Lean Construction yang Berdampak Signifikan pada Percepatan dan On Budget Proyek.’ Bukan hanya membahas implementasi Lean Construction dengan tool dasar LPS diatas, tapi juga dibahas tool dan metode khusus untuk percepatan proyek, kombinasi LPS, TAKT PLAN dan PPM (Project Production Management) didukung Digital BIM yang tepat yang memberi dampak signifikan pada rroyek, menjadi Safer, Better, Faster, Cheaper, Sustain dan All Happy.,

 

Sesi Interaksi Webinar Antara Pembicara Dengan Peserta Webinar

Webinar ini dibuka oleh Bapak Mursyid selaku ketua PU Bangun dan Bapak Budi Utomo selaku ketua umum LCII. Sesi pemateri dipresentasikan oleh Bapak Nugra Kasih dari Head of Project Production Management Tripatra, Ibu Rina Asri Aisyah dari Lean Construction Management System Divisi Stratek PT. PP (Persero) Tbk., Fabien Font dari IMMA dan Teamoty, sebuah konsultan Lean Construction Takt Planning dari Perancis, dan Gerardus Blesto dari PQI Consultant.

 

Point Penting Pembahasan Webinar

Webinar kali ini membahas strategi akselerasi yang tepat berdampak pada proyek dengan pendekatan Project Production Management, Last Planner System, Takt Planning, dan Integrasi Takt Planning dengan Last Planner System. Project Production Management dibawakan oleh Bapak Nugra Kasih mengenai pendekatan baru yang memperhatikan production rate, tidak hanya pada scope pekerjaan saja. Kemudian Ibu Rina membawakan implementasi Lean Construction dan Last Planner System di PT. PP. Bapak Budi juga memaparkan materi perkembangan dan pentingnya Lean Construction di industri konstruksi Indonesia. Fabien Font membawakan introduction tentang Takt Planning dan bagaimana bisa meningkatkan performa serta prediktabiitas proyek. Bapak Blesto memaparkan mengenai peran Project Production Management di Lean Construction dan integrasi Last Planner System dengan Takt Planning untuk menciptakan kolaborasi dan komunikasi dalam percepatan pelaksanaan proyek. Peserta yang mengikuti webinar tersebut berjumlah 421 orang dengan jumlah yang stabil hingga akhir acara. Hal tersebut menunjukan antusias dari seluruh peserta untuk peningkatan pendekatan manajemen proyek konstruksi.

UNDIP Seminar 11th Civil Engineering Innovation Contest CEIC “The Rise of Construction on The Threat of Recession”

Pada tanggal 6 Mei 2023 lalu, PQI Consultant berkesempatan berbicara pada Seminar Nasional Civil Engineering Innovation Contest (CEIC). 

Ketua dari Lean Construction Institute Indonesia Ir. Budi Utomo, IRCA., RLA., CBA., SSBB. dan CEO dari PQI Consultant diundang menjadi pemateri utama terkait lean construction oleh  Dekan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Prof. Ir. M. Agung Wibowo M.M., M.Sc. Sesi yang di moderatori oleh Prof. Jati Utomo Dwi Hatmoko, S.T., M.M., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Departemen Fakultas Teknik Sipil Universitas Diponegoro. Sesi  tersebut juga menghadirkan Konsultan dari PQI Consultant, Blesto Kasih S.T., PSMI., LeanPM., CAPM. Sesi dan Vice President HAKI Dr. Ir. Nathan Madutujuh, M.Sc., . Berlima membahas tentang perkembangan konstruksi nasional menuju masa depan yang lebih baik dengan didukung oleh lean construction di Indonesia di bawah tekanan resesi dunia  yang berlangsung.

Pada kesempatan ini, Budi Utomo dan Blesto Kasih menjelaskan dasar Lean Construction dan pentingnya dalam menghadapi kondisi resesi dengan membuat projek menjadi efektif dan efisien. Bagaimana semua diimplementasikan dengan “Benar dari Awal” mulai dari  Implementasi LPS yang benar dengan support digital yang berbasis Lean. Dimana 20  tool Lean construction yang lain bisa secara bertahap dan sesuai kondisi lapangan. Mulai dari Value Stream, Takt Planning, eliminasi 11 wastes dan 22 losses, LBM, dst. Selain LPS, tool2 ini harus juga diterapkan agar memberi dampak yang signifikan pada produktivitas, percepatan dan efisiensi budget. Tentu saja  PQI Consultant sudah  mempunyai metode yang tepat agar tidak membebani team dan pekerja di lapangan. Dengan didukung digital BIM yang sesuai prinsip2 lean, hasil signifikan akan tercapai dengan cepat selama komitmen dalam menerapkan lean construction dilakukan dengan benar.

Disampaikan juga perlunya menghilangkan “Unreliable schedule” dan “Missing link” yang berdasar pengalaman PQI Consultant 2 faktor ini sangat berpengaruh terjadinya  overrun budget dan overrun schedule suatu project. Meskipun sudah didukung Digital BIM, tapi komunikasi dan kolaborasi yang masih silo dan tidak dalam satu platform menjadi kontribusi penyebab 2 faktor ini.

 

Build Tech Asia LCI

Lean Construction in Build Tech Asia, Singapore 2023

Lean Construction Institute Indonesia menjadi 2 pembicara dari Indonesia yang diminta memberikan sesi sharing mengenai Lean Construction pada perkembangan industri konstruksi di Indonesia dan ASEAN. Ada 40 pembicara dari berbagai negara yang diundang menjadi pembicara. Acara tersebut di Build Tech Asia yang merupakan platform terkemuka dalam industri bangunan dan konstruksi di wilayah Asia Pasifik.  Read more “Lean Construction in Build Tech Asia, Singapore 2023”

Definisi Lean Construction

A management philosophy defined by the ideal it pursues, the principles followed in pursuit the ideal and methods used to implement the principles.” 

-Herman Glenn Ballard PhD, founder LCI

 

“Lean Construction is an amalgamation of a contextual production model emerging from attempts to solve industry-specific problems in construction, and the application of generic Lean production principles, methods and tools, originated in car manufacturing.” 

-Prof. Lauri Koskela, founder LCI.

 

“Lean Construction adalah integrasi 11 prinsip beserta metode dan tools turunannya yang didasari sistem produksi Toyota yang jika diimplementasikan dengan “Right First Time” sesuai langkah yang benar, bisa cepat dan signifikan meningkatkan produktivitas, efektifitas dan efisiensi, mencegah overrun budget dan overrun schedule suatu Proyek dan Perusahaan/Korporasi karena waste dan losses di tahap initiating, planning, executing, monitoring and control, hand over, operation and maintenance , baik core process maupun supporting process bisa diidentifikasi dan dieliminasi dengan tools dan method yang sesuai.

-Ir. Budi Utomo IRCA RLA CBA SSBB; Founder LCII

OPTIMALISASI APLIKASI BIM 4D DAN 5D

Saat ini, berbagai software BIM banyak digunakan di berbagai proyek di Indonesia. Tetapi pemilihan aplikasi yang tepat pada setiap siklus konstruksi menjadi poin kritikal dan tantangan dalam implementasi BIM. Siklus sebuah proyek dari tahap perencanaan, tahap desain, tahap konstruksi, dan tahap operasi dan maintenance mempunyai ciri khas kegiatan masing-masing. Pemilihan software yang digunakan harus sesuai dengan karakteristik kegiatan dari setiap tahap tersebut. Pemilihan aplikasi yang tepat sangatlah penting untuk kesuksesan keseluruhan proyek tersebut.

 

Sudah banyak kupasan dan artikel mengenai implementasi BIM pada tahap perencanaan dan desain, baik untuk beauty contest maupun kolaborasi diawal antar disiplin, owner, kontraktor dan subkon. Baik yang menggunakan support Big Data & Analytic, VR (virtual reality), AR (augmented reality), 3D scanning, Artificial Intelligence (AI), UAV Drone, 3DR Site Scan, Pix4D, LOD Planner, Autodesk Revit, Tekla, ArchiCad, Sketchup, Solidworks, BIM 360, Glodon dan masih banyak lagi. Lalu bagaimana dan apa dengan aplikasi BIM yang diperlukan pada tahap konstruksi, operasi dan maintenance?

 

Pada kesempatan ini, penulis akan membahas implementasi BIM pada tahap konstruksi. Pada tahap ini, baik BIM 4D atau BIM 5D sangat penting dalam mendukung dan memberi manfaat pada pelaksanaan konstruksi.

 

Apa saja yang bisa dilakukan BIM pada tahap pelaksanaan konstruksi?

Mayoritas industri konstruksi di Indonesia masih fokus BIM pada tahap desain dan perencanaan. Sedangkan BIM pada tahap eksekusi konstruksi masih belum banyak diaplikasikan. Aplikasi BIM pada tahap ini sebenarnya juga sangat kritikal untuk keberhasilan suatu proyek, karena kontrol terhadap suatu proyek atau konstruksi sangat diperlukan agar BIM desain dan perencanaan bisa tereksekusi optimal.

 

Bila pada tahap perencanaan dan desain tidak “right from the first time” akan berdampak besar pada tahap eksekusi konstruksi di lapangan. Sebaliknya, jika perencanaan dan desain sudah benar, tapi eksekusi konstruksinya tidak tertangani dengan baik, akan berdampak besar pada keberhasilan proyek. Untuk itul diperlukan aplikasi BIM 4D dan 5D yang fokus pada manajemen proyek dan manajemen konstruk si agar proyek bisa lebih efektif, effisien dan mengurangi banyak pemborosan karena tidak terintegrasi.

proplanner

Proplanner Sebagai Solusi BIM di Fase Konstruksi

Proplanner merupakan suatu sistem yang bisa membuat project bisa menjadi tepat sasaran baik dari segi waktu, progress dan kualitasnya sendiri, selain itu proplanner juga merupakan aplikasi untuk mengimplementasikan siklus kerja berdasarkan pada Last Planner System(LPS) untuk pemantauan dan pembuatan rencana mingguan, sedangkan BIM adalah suatu model yang di dalamnya merupakan informasi bangunan yang tidak hanya terdapat desain bangunan saja, namun data mengenai sifat komponennya, pemeliharaan dan konstruksi juga terdapat di dalamnya.

Apa sajakah bagian-bagian yang terdapat pada fitur proplanner?

Proplanner dirasa mampu menjadi solusi untuk Building Information Modeling (BIM) di fase konstruksi karna proplanner di fitur aplikasinya yang melalui gadget atau mobile phone sudah terdiri dari 4 bagian-bagian seperti Task, Constraint, Task yang tertunda dan Work Breakdown Structure yang berjalan. 

Berikut ini merupakan 4 bagian-bagian tersebut;

  1.       Task

Meninjau rencana mingguan, yang di sajikan di setiap hari nya melalui smart device dari Last Planner

  1.       Constraint Analysis

Memasukan Constraint dan melakukan tracking terhadap progress constraint

  1.       Task yang tertunda

Meninjau tugas yang terlambat, sudah berapa lama terlambat, dan keterangan dari alasan keterlambatan

  1.       Work Breakdown structure

Kontrol progress oleh tim Konstruksi yang sampai tingkat detail

Secara spesifik proplanner juga dapat;

  • Menetapkan orang-orang yang bertanggung jawab atas tugas tersebut 
  • Mendeteksi dan melakukan input terhadap constraint pada aktivitas yang memerlukannya
  • Menghasilkan rencana kerja mingguan berdasarkan apa yang akan dieksekusi pada periode tertentu

Dengan adanya app proplanner ini dirasa dapat untuk membuat Building Information Modeling (BIM) menjadi berjalan lebih baik lagi di kontruksi yang dimana pro planner dapat memantau serta membuat rencana mingguan dan bim juga dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi, dimana BIM dapat membuat proses desain dan konstruksi menjadi lebih ramping dan praktis, selain itu penghitungan menjadi lebih akurat serta menghindari kesalahan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Sehingga proplanner menjadi solusi yang baik untuk Building Information Modeling (BIM) di fase konstruksi ini karna dapat membuat project di konstruksi berjalan dengan lebih efektif dan efisien. 

 

Prinsip BIM

Value dan Waste pada lean BIM construction

BIM atau Building Information Modeling merupakan suatu proses yang dapat menghasilkan serta mengelola data bangunan pada siklus project yang akan dikerjakan. Secara garis besarnya BIM merupakan suatu konsep proses dimana informasi model bangunan yang akan segera dibangun.

Sedangkan Lean Construction atau yang biasa dikenal dengan konstruksi ramping merupakan suatu pendekatan berbasis produksi untuk deliver proyek. yang sangat berguna pada proyek yang kompleks, memiliki ketidakpastian yang tinggi dan progressnya cepat.

Pada dasarnya Lean Construction ini merupakan sebuah metode kerja yang akan berfokus pada suatu proses dari metode itu sendiri. Dengan cara memaksimalkan value dan waste yang minimal pada suatu konstruksi.

Value dan waste pada lean bim construction

  • Value

Merupakan suatu nilai yang terdapat pada suatu produk tertentu, dengan berbagai indikator yang sudah ditetapkan oleh konsumen, klien, owner, dll.

  • Waste

Merupakan suatu kegiatan yang menggunakan sumber daya, tetapi tidak mendatangkan serta menambahkan value atau nilai pada produk yang dikerjakannya.

Value dan waste sendiri menjadi penting karena pada dasarnya lean bim construction ini harus memperhatikan berapa keuntungan nanti yang akan didapat serta pemborosan yang nantinya akan terjadi bisa dihentikan agar suatu proyek yang dikerjakan dapat berjalan secara efisien dan efektif.

Prinsip pada BIM sendiri jika tidak diterapkan dengan baik dan benar pun terkadang tidak luput atau tidak disadari akan menjadi membuang-buang  waktu serta pada akhirnya akan mengalami pemborosan (waste).

Pada dasarnya prinsip BIM adalah untuk memaksimalkan nilai (value) yang di tambah dengan fokus kepada suatu usaha untuk meminimalkan suatu pemborosan (waste) dengan menjaga semua nilai serta proses yang sudah di pertahankan sehingga nantinya menjadi suatu tujuan yang utuh dan menjadi hal paling utama yang harus disepakati dari awal hingga akhir.

Dengan demikian value dan waste menjadi hal penting yang harus dipikirkan atau direncanakan sejak awal agar suatu proyek yang akan dikerjakan atau dibangun dapat mendapatkan value yang maksimal dengan waste yang seminimal mungkin.

what is bim

What is Lean BIM?

BIM atau Building Information Modeling merupakan suatu teknologi yang dapat membuat satu atau beberapa model gedung virtual yang dibuat secara digital. Model ini dapat mendukung dari keseluruhan fase desain, analisis dan Kontrol yang memungkinkan dapat lebih baik dari proses manual.

Model desain yang sudah dibuat akan berisi geometri serta data akurat yang akan membantu kegiatan fabrikasi, konstruksi, serta pengadaan rangka dalam merealisasikan gedung yang akan dibuat.

Lean BIM merupakan teknik penerapan yang dapat meningkatkan produktivitas proses dari konstruksi, meningkatkan nilai proyek dan menghilangkan pemborosan (waste), dan segala sesuatu yang tidak akan menambah nilai pada produk akhir.

Ada beberapa proses dari BEP (BIM Execution Plan) yang dapat mengurangi pemborosan pada BIM diantaranya yaitu;

  • Scope Waste / Delegasi tugas tidak jelas
  • Model Waste / Over Modeling
  • Poor Design / Design yang buruk
  • Rework / Pekerjaan Revisi yang berulang-ulang karena kurangnya koordinasi
  • Waiting / Alur Workflow yang lama
  • BIM Admin / Beban BIM manager menjadi berat

Lean Construction adalah filosofi yang relatif baru. Memiliki tujuan untuk meningkatkan prediktabilitas dalam proyek konstruksi. Lean dapat mengidentifikasi serta dapat menghilangkan pemborosan atau waste, meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya, waktu pelaksanaan dan menghasilkan proyek yang lebih aman serta lebih efisien.

Menerapkan Lean Construction dan Building Information Modeling (BIM) bersama-sama meningkatkan efisiensi jauh lebih banyak daripada ketika mereka diterapkan secara individual.

Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan untuk menerapkan Lean BIM

  • Konstruksi BIM maupun Lean membutuhkan kepemimpinan di setiap fase.
  • Proses inti harus mempertimbangkan persyaratan Lean Thinking dan BIM.
  • Building Information Modeling (BIM) adalah tentang kolaborasi. Pada proyek BIM bahkan, perencana terakhir sangat penting untuk memastikan partisipasi dalam perencanaan dan peningkatan jangka pendek. Budaya kolaboratif yang kuat antara kontraktor dan rantai pasokan harus diterapkan.

Lean BIM merupakan gabungan antara BIM dan Lean Construction yang dimana mereka saling berkaitan untuk membuat proyek saling bekerja sama agar menghasilkan nilai (value) secara maksimal.

Lean BIM

Lean BIM Strategy

Teknologi Lean Building Information Modeling (BIM) sudah tidak asing lagi bagi para pekerja industri arsitektur dan konstruksi di dunia, terutama di Indonesia. Lean BIM sendiri juga mendapatkan respon yang sangat positif bagi penggunanya karena, di rasakan dapat mendatangkan keuntungan yang di dapatkan bagi para pekerja arsitektur dan konstruksi.

Lean Building Information Modeling (BIM) yang diterapkan di dunia konstruksi, baik itu untuk developer, konsultan atau pun kontraktor Lean BIM dapat serta dan mampu menghemat waktu pengerjaan, biaya yang dikeluarkan serta tenaga kerja yang dibutuhkan.

Namun masih banyak dari beberapa orang yang menganggap bahwa Lean BIM itu mahal dan membutuhkan waktu yang lama, sehingga menjadi ketakutan atau ketidakmauan dalam mengimplementasikan Lean BIM di proyek.

Strategi dari Lean BIM sendiri yaitu;

  • Lean BIM dapat berkontribusi secara efisiensi yang lebih besar. Sesuatu yang akan disiapkan dan dilakukan dalam proyek akan menjadi bermanfaat.
  • Lean BIM dan Lean Construction memudahkan dan memahami apa yang dihargai oleh klien dan membawanya melalui proses desain dan juga konstruksi.
  • Lean BIM dapat menambah nilai, mengurangi biaya, dan aliran untuk nilai pasokan untuk material dapat di sederhanakan.
  • Lean BIM dapat meningkatkan aliran informasi dan komunikasi secara menyeluruh.

Ada beberapa alat untuk dapat mengimplementasikan lean BIM agar lebih efektif. Yang paling populer adalah Last Planner System (LPS). Yang pada prinsip dasarnya adalah dapat bisa meningkatkan keberhasilan pada konstruksi dengan mengurangi risiko serta ketidakpastian yang dapat saja terjadi selama fase perencanaan dan fase umum.

Selain Last Planner System (LPS) ada beberapa alat lain seperti Set-Based Design, Kaizen (Continuous Improvement), A3 Reporting, Value Stream Maping, Target Value Design, Visual Workspace, Kanban, Pull Schedule, 5S, Last Responsible Moment (LRM).

Lean BIM memberikan pandangan yang sangat berbeda dari model bangunan yang biasa untuk menggambar produksi dan pengguna lainnya. Pandangan yang berbeda ini dapat secara otomatis akan konsisten dengan didasarkan pada satu definisi dari setiap contoh objek.

LinkedIn
LinkedIn
Share
WhatsApp