Budaya Dan Prinsip 1 Leadership & Respect For People

Implementasi Lean Construction sebenarnya mudah, selama pimpinan proyek dan stakeholder mempunyai komitmen yang kuat untuk melakukan perubahan. Perubahan dari metode dan budaya yang selama ini dipakai, menuju budaya atau metode yang mengacu pada Lean Construction yang jelas terbukti sukses dipakai di kontraktor2 besar di Amerika, Jepang dan China.

Tentu saja ada tantangan yang harus dihadapi, yaitu terutama perubahan BUDAYA itu sendiri. Mengacu dari 12 prinsip yang telah dikembangkan LCII (Lean Construction Institute Indonesia), ada 12 tahapan yang diawali dengan kesiapan menghadapi PERUBAHAN menuju peningkatan SoToBoSoREMPAH, yaitu Safety on Time on Budget on Spec on Return Environmental Moral Productivity dan All Happy. Perubahan menuju Budaya Lean Construction melalui Prinsip 1 Lean Construction, yaitu Leadership & Respect for People.

Di sini pemegang kebijakan akan diberikan pemahaman mengenai Leadership Lean Construction. Meskipun sudah memiliki kemampuan Leadership yang baik dan kuat, tapi ada hal mendasar yang total berbeda dalam prinsip Lean Construction, yaitu “PULL system” dan bukan PUSH system. Prinsip ini sangat luas pengertian dan manfaatnya. Bukan hanya sekadar material, tenaga kerja, alat yang dikirim harus sesuai dengan yang dibutuhkan. Namun pengertiannya sangat luas, mulai dari Lean Design, SCM, dan implementasi konstruksi sampai “PULL” keterlibatan pelaksana lapangan.

Kelemahan Proses Konstruksi dan Apa Peran BIM 4D dan 5D?

Dari kacamata aplikasi program managemen proyek BIM 3D dan program scheduling pada tahap pelaksanaan konstruksi, masih sangat lemah di banyak proyek. Fungsi kontrol dan monitor di lapangan untuk eksekusi BIM tahap perencanaan dan desain yang sudah link dengan atribut biaya, material, volume dan jadwal, masih banyak sekali ruang untuk dilakukan improvement. Ada semacam missing link antara perencanaan dengan kenyataan yang berdampak besar pada keberhasilan proyek atau opportunity for improvement yang hilang.

Salah satu penyebab utamanya adalah kontrol jadwal yang belum maksimal. Penyebabnya adalah banyak proyek-proyek yang dimonitor bukan lagi menggunakan Primavera atau Microsoft Projec t melainkan hanya dengan Microsoft Excel. Sehingga link antara model BIM 3D dan jadwal tidak optimal.

Memang diawal semangat menggunakan BIM, Primavera ataupun Microsoft Project tinggi, namun saat memasuki tahap pelaksanaan yang kompleks, banyak yang tidak konsisten dan kembali menggunakan Microsoft Excel untuk updatenya. Seharusnya dari update excel tersebut, di input kembali ke Primavera atau Microsoft Project dan sebaliknya, namun karena proses update yang perlu tahapan dan makan waktu, hal ini jadi sering terabaikan. DItambah PIC yang bisa akses ke Primavera atau Microsoft Project biasanya terbatas.

Sebab lain Microsoft Project atau Primavera tidak update karena ada beberapa kasus untuk master schedule menggunakan Primavera atau Microsoft Project, namun untuk pendetailan work-breakdown struc ture ( WBS) menggunakan Microsoft Excel. Alasannya karena faktor akses dan kolaborasi antar disiplin yang lebih mudah dan cepat. Hal ini sebenarnya adalah cara yang tidak tepat, karena aplikasi Microsoft Excel bukanlah suatu program dan aplikasi untuk manajemen proyek. Jadi kita perlu “kembali ke jalan yang benar” dengan selalu kembali mengacu pada Primavera dan Microsoft Project yang sudah dikaitkan dan diintegrasikan dengan aplikasi BIM 3D, menjadi BIM 4D ataupun BIM 5D.

konstruksi

Bagaimana industri konstruksi dapat beroperasi dengan efektif dan efisien pada masa covid19?

Covid-19 menjadi sebuah tantangan yang berat dihadapi oleh seluruh industri di Indonesia. Industri konstruksi menjadi salah satu sektor yang sangat terdampak terhadap bencana ini. Dengan banyaknya jumlah pekerja yang keluar masuk proyek, tidak bisa diimplementasikannya Work From Home (bekerja dari rumah) khusus untuk industri konstruksi, untuk proyek pemerintah banyak budget yang dialokasikan untuk penanganan covid-19 yang membuat cash flow tersendat, menjadikan industri konstruksi harus mengambil langkah-langkah strategis yang dapat membuat proyek tetap terhindar dari Covid-19 dan berjalan dengan efektif dan efisien.

Indonesia secara khusus sedang dalam masa pembangunan infrastruktur secara besar, bencana Covid-19 menjadi sebuah tantangan di Industri Konstruksi Indonesia. Walaupun industri konstruksi menjadi salah satu dari 11 industri yang masih boleh berjalan di tengah wabah pandemi Covid-19 banyak proyek di Jakarta terpaksa untuk hold karena anjuran owner atau perusahaan. Dan untuk proyek yang tidak hold menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk mengatur pekerja, cash flow dan produktivitas di site Dan juga dengan kasus pada covid-19 ini terutama di Indonesia semakin hari semakin bertambah sehingga menjadi kekhawatiran bagi para pekerja konstruksi itu sendiri.

Strategi dan kepemimpinan di dalam proyek sangat di uji di dalam masa pandemi ini. Berikut adalah strategi kritikal yang dapat dilakukan untuk dapat mencapai proyek yang efektif dan efisien:

Memperkuat K3

K3 yang selama ini sudah menjadi bagian penting dari proyek, diuji untuk memberikan kontribusi yang maksimal untuk menjaga seluruh tim baik main contractor, subcon, vendor, dan sampai pekerja dari proyek. Pendetailan titik kontaminasi dan pergerakan orang menjadi sebuah hal yang wajib diperhatikan.

Pendetailan progress dan cash flow

Progress di lapangan bisa menjadi sebuah tantangan yang harus diperhatikan pada masa pandemi ini. Progress yang tidak diperhatikan yang dimana nanti akan memperberat cashflow, yang jika proyek yang ditangani adalah proyek pemerintah pasti di masa pandemi ini cashflow diperberat dengan pengalokasian anggaran dari pemerintah. Memastikan progress yang dapat di slow down, dan progress yang tetap sesuai target pun menjadi hal yang harus sangat diperhatikan, salah langkah dalam menentukan ini menjadikan proyek mengalami kendala yang besar.

Penerapan Digital Construction dan Lean Construction

Momen dimana adanya physical distancing skala besar membuat meeting di proyek harus dilakukan dengan efektif dan efisien. Informasi harus disajikan dengan cepat dan tidak membutuhkan banyak orang di dalam satu ruangan. Digital Construction yang terintegrasi dengan Lean Construction menjadi sebuah hal yang dapat diimplementasikan di proyek, di samping akan memberikan data yang terintegrasi saat meeting, update progress dan kendala yang ada di site dapat dilaporkan dengan real time ke dalam dashboard. Digital Construction dan Lean Construction menjadi sebuah tools yang kritikal yang harus di implementasi di proyek saat ini.

Mempersiapkan rencana saat rebound

Rebound disini adalah saat dimana masa pandemi sudah berangsur-angsur membaik. Bagaimana tim proyek dapat kembali seperti semula dan mengejar ketinggalan. Rencana yang mendetail dengan berdasarkan pada prediksi pemerintah, proyeksi progress yang harus dijalankan, aspek sosial harus diperhatikan. Lean Construction sudah terbukti dapat membuat produktivitas dari tim proyek meningkat, penerapan Lean Construction sangat dianjurkan untuk di implementasi saat proyek mulai masa rebound nya.

Strategi yang baik akan membuat industri konstruksi di indonesia dapat mengejar ketinggalan pada masa hold dan slow down. Pada masa pandemi ini juga menjadi sebuah momen untuk dapat meningkatkan kinerja dengan peningkatan kompetensi baik dari Digital Construction dan Lean Construction agar proyek bisa berkembang menuju yang lebih baik pada saat pandemi Covid-19 ini berakhir.

industri

Update Implementasi Digital Construction di dunia saat ini

Teknologi digital pada revolusi industri 4.0 turut mempengaruhi bidang konstruksi. Teknologi digital yang dianggap sebagai kunci untuk dapat memenangkan persaingan dalam menghadapi tantangan pada revolusi industri 4.0.

Sekarang ini, setiap negara dituntut untuk dapat menjadi yang terdepan dalam persaingan global. Untuk dapat memenangkan persaingan, mendalami teknologi digital adalah kuncinya.

Industri konstruksi di dunia semakin berkembang menjadi lebih baik dengan adanya kehadiran berbagai macam teknologi terbaru, salah satunya yaitu perangkat lunak untuk mengimplementasikan digital construction selain itu tidak hanya pada perangkat lunak saja tetapi drone juga menjadi salah satu perangkat yang digunakan dalam konstruksi guna mendapatkan foto atau video landscape. yang dimana hasilnya bisa meningkatkan pengawasan keamanan dan keselamatan di sekitar lokasi proyek.

Dengan begitu cepat berkembangnya industri di bagian construction technology ada beberapa construction technology yang kedepan nanti akan menjadi fokus.

  1. Augmented Reality
  2. Construction Software and data ecosystem
  3. Perkembangan BIM
  4. Prefabrication, 3D Printing, dan Teknologi Modular
  5. Self Healing Concrete
  6. Drones
  7. Robotic
  8. Cloud and Mobile Technology
  9. Advanced uses for GPS

Saat ini digital construction menjadi suatu kewajiban yang harus diterapkan pada saat pembangunan, teknologi digital dan informasi serta komunikasi dengan format digital sering digunakan di bidang industri konstruksi di dunia. Teknologi digital dapat memberikan dampak yang begitu besar dalam melakukan percepatan pembangunan infrastruktur sehingga menjadi lebih efektif dan efisien.

Implementasi digital construction yang diterapkan di dunia saat ini dan menjadi yang salah satunya adalah Building Information Modeling (BIM). Meskipun di tengah wabah pandemi covid-19 ini BIM menjadi solusi agar proyek dapat berjalan seperti biasanya.

BIM merupakan teknologi digital pada digital construction. BIM sendiri sudah banyak digunakan di berbagai dunia dalam melakukan pekerjaan konstruksi. BIM hadir bukan untuk menggantikan seorang arsitek tetapi untuk mempermudah pekerjaan agar menjadi lebih efektif dan efisien.

Selain itu, BIM juga memungkinkan para pengguna yang terlibat pada suatu proyek dapat melakukan kolaborasi, serta mengoptimalkan produktivitas sumber daya manusia dan kegiatan proyek secara cepat, tepat, akurat, serta efektif dan efisien.

Manfaat lain dari BIM adalah dapat secepat mungkin menyelesaikan potensi konflik serta dapat menghindari pengerjaan ulang atau delay pada tahap konstruksi.

BIM menjadi salah satu yang sering digunakan atau diimplementasikan di dunia untuk mempermudah pekerjaan dalam bidang konstruksi.

Meskipun banyaknya perkembangan Teknologi Konstruksi saat ini implementasi di lapangan masihlah sangat minim. Karena teknologi ini masih sangat lemah dalam melakukan adopsi dan pengarahan di site dengan tidak ditunjang pada prosedur dan metode kerja yang seharusnya berubah. Memilih aplikasi dan teknologi yang tepat menjadi kunci penting untuk mengatasi ketertinggalan site dalam pengaplikasian teknologi.

covid-19

Efek covid-19 terhadap dunia konstruksi

Penyebaran covid-19 atau virus corona ini memang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi baik itu secara nasional maupun dunia. Pada akhirnya juga akan berdampak pada berbagai sektor industri di tanah air mulai dari manufaktur hingga finansial. Jadi, sebenarnya siapa sih yang paling terasa dampaknya oleh corona virus atau covid-19 ini?

Pandemi covid-19 atau virus corona yang menyebar luas ke seluruh dunia bahkan Indonesia terkena dampaknya juga. Dimana memberikan dampak yang sangat signifikan pada stabilitas ekonomi, salah satunya pada bidang konstruksi. 

Sektor pada jasa konstruksi ikut merasakan dampak yang sangat begitu besar atas wabah dari covid-19 ini. Mulai dari elemen pelaksana konstruksi seperti dari material, tukang, peralatan, transportasi, waktu, dan mobilitas yang terkait  langsung dengan adanya wabah covid-19 ini. sehingga semua dapat menimbulkan ketidakpastian.

Beberapa proyek yang seharusnya selesai pada tahun ini harus mundur pengerjaannya sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Sehingga menjadi tidak pasti kapan proyek yang dikerjakan akan dapat diselesaikan.

Beberapa efek dari covid-19 atau virus corona ini pada dunia konstruksi sebagai berikut; 

  • Pengurangan pekerja di lapangan
  • Bahan baku industri yang dari luar daerah susah di datangkan
  • Proyek menjadi mundur dari target yang ditentukan
  • Beberapa proyek diberhentikan demi keamanan pekerjanya
  • Beberapa proyek banyak yang dibatalkan

Beberapa proyek yang harus diberhentikan sementara dikarenakan sudah berada di zona merah covid-19 di antaranya;

  • proyek jalur kereta cepat Jakarta-bandung yang harus diberhentikan sementara dikarenakan rawan terpapar oleh virus corona karena berada di daerah atau kawasan zona merah
  • Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengatakan bahwa terdapat konstruksi di ruas jalan tol yang mengajukan penghentian sementara karena terindikasi covid-19 pada pekerjanya.

Terdapat 3 poin identifikasi untuk jasa konstruksi dapat diberhentikan sementara akibat keadaan kahar. 

  • Memiliki resiko tinggi akibat lokasi proyek berada di pusat sebaran
  • Telah ditemukan pekerja yang positif atau berstatus pasien dalam pengawasan (PDP)
  • Pimpinan kementerian atau lembaga atau instansi atau kepala daerah telah mengeluarkan peraturan untuk menghentikan kegiatan sementara akibat keadaan kahar

Dampak dari covid-19 saat ini

  • Covid-19 memiliki dampak besar pada proyek konstruksi, tetapi implikasi hukum nya bervariasi dari satu negara ke negara lain dan kontrak ke kontrak.
  • Secara umum membuat proyek yang sama sekali tidak mungkin untuk diselesaikan hanya saja terlambat dalam pengerjaannya, meskipun hanya karna rantai pasokan telah rusak parah. Banyak proyek bahkan berhenti. Biasanya dengan maksud untuk melanjutkan pekerjaan di kemudian hari
  • Sejumlah pemerintah juga telah memerintahkan agar bisnis tertentu berhenti bekerja, namun industri konstruksi umumnya tidak menjadi subjek shutdown yang dipesan ini karena sejumlah alasan.

Proyek masih dapat berjalan dengan biasanya apabila para pekerja dapat mengikuti protokol yang sudah di tentukan oleh pemerintah. Protokol ini dibuat agar para pekerja dapat terlindungi selama dalam melakukan pekerjaanya. Jika protokol tidak diikuti dengan baik maka proyek sebaiknya diberhentikan sementara demi keselamatan bagi semua pekerja pada proyek tersebut. 

The effect of implementing Lean Prefabrication on Sutter Health Eden Medical Center

Lean Prefabrication menjawab strategi tepat di industri konstruksi dengan hasil yang efisien.

Prefabrication selama ini jadi solusi praktis untuk industry konstruksi. Namun dibalik itu semua, perusahaan prefabrication justru menghadapi kendalanya sendiri dan tidak dapat terhindar dari pemborosan. Hal ini yang perlu dipikirkan dengan keberadaan Lean Prefabrication.

Prinsip Kerja Lean Prefabrication

Konstruksi bukanlah manufaktur. Namun banyak dari bagian bangunan, jembatan atau jalan yang membutuhkan manufaktur. Produk-produk fabrikasi adalah contoh konkrit yang menghubungkan konstruksi dan manufaktur. Banyak bagian dari frepabrikasi yang dibutuhkan oleh dunia konstruksi. Sehingga penerapan konsep lean untuk fabrikasi jadi sesuatu yang menjanjikan. Read more “Lean Prefabrication menjawab strategi tepat di industri konstruksi dengan hasil yang efisien.”

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Kerja Di Industri

Kesadaran akan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) telah menjadi tolak ukur sebuah perusahaan dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas pekerjaan yang secara perlahan menunjukkan tren yang positif, hal tersebut dapat dilihat dari semakin banyaknya kegiatan atau perusahaan yang menerapkan Sistem Manajemen Kesealamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai dengan Read more “Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Kerja Di Industri”

Polemik dan Tantangan Dunia Konstruksi di Indonesia

Setelah melalui krisis ekonomi 1997, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara Asia dengan ekonomi yang semakin stabil dengan capaian peningkatan yang sangat signifikan menyentuh angka 6,5%. Hal ini tentu berdampak kepada semua sector, salah satunya adalah industry konstruksi. Layaknya sebuah negara berkembang, Indonesia memiliki skala pasar di bidang konstruksi yang sangat pesat selama 20 tahun terakhir dan di masa yang akan datang. Investasi untuk pembangunan Read more “Polemik dan Tantangan Dunia Konstruksi di Indonesia”

LinkedIn
Share
WhatsApp