Lho Bagaimana Bisa, Seorang Mandor Atau Wakil Mandor Yang Rata-Rata Edukasinya Terbatas, Diberi Peran Lebih?

Nah inilah bedanya dengan sistem konvensional, dan inilah mengapa Prof Ballard dan Prof Koskela mengadopsi metode Toyota Production System dengan filosofi Toyota Way yang sangat terkenal dan berhasil diimplementasikan di berbagai sektor industri.

Kalau sebelumnya Foreman, atau mandor hanya seperti robot menjalankan master schedule dan kemudian hanya menunggu saat ada masalah dengan subcont atau mandor lain yang belum selesai atau tumpang tindih saling tunggu, sekarang diubah cara pandang, konsep, dan budayanya. Mandor dikondisikan untuk proaktif dan terlibat dalam mencari solusi saat target tidak tercapai dan ada masalah terkait safety, quality, dan schedule. Budaya dan cara pandang Toyota inilah yang menginspirasi Prof Ballard dari Berkeley untuk mememperbaki produktifitas industri konstruksi, dan berhasil.

Dengan Commet Room, mandor dan subcont didorong lebih proaktif dan kreatif dalam mempercepat schedule, meningkatkan kualitas dan safety secara effisien. Alasannya, semua mandor dan subcont juga ingin efisien kerjanya, sehingga margin yang didapat menjadi lebih banyak.

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LinkedIn
Share
WhatsApp